Sabung ayam

>> Monday, May 17, 2010

Hari Rabu minggu lalu, pas ketika Hari Raya Galungan aku ingin melihat suasana di pura yang terletak di Kedonganan. Ternyata pagi itu ada sabung ayam dipelataran pura.
Sabung ayam, atau tajen merupakan tradisi masyarakat Bali yang sebenarnya telah dilarang pemerintah sejak tahun 1981 karena alasan terkontaminasi oleh judi, tapi hingga kini, acara ini tetap masih berlangsung khususnya pada perayaan perayaan hari besar. Makna sabung ayam dalam kegiatan religius adalah untuk pemurnian diri lewat darah yang tertumpah. Hal ini ada kaitannya dengan acara Tabuh Rah yang dipercayai sebagai simbol perjuangan hidup manusia.
Di depan pura itu telah ramai orang dan seluruhnya adalah pria dengan berpakaian adat, dengan sarung dan ikat kepala. Prosesnya sendiri sedikit agak rumit, karena ada beberapa kegiatan transaksi yang unik, dan aku tidak mengerti. Tapi kelihatannya uang yang terlibat mencapai ratusan ribu atau jutaan rupiah.
Ayam jantan yang di adu diberi taji logam yang sangat tajam. Sesaat sebelum diadu, para penonton serentak mengeluarkan suara dan kata kata seperti irama kecak. Suasana sangat unik karena dilakukan sambil melambaikan tangan.
Semua perhatian penonton jatuh ke sepasang ayam yang dipegang oleh 2 orang. Dan mulai!. Ayam bertarung hanya dalam hitungan beberapa menit. Ada yang baru dimulai sudah langsung terluka dan jatuh.
Bagaimanapun ini adalah kegiatan yang menimbulkan pro dan kontra. Disatu sisi dianggap sebagai satu kegiatan sadis dengan unsur judi, sebagian lagi menganggap ini adalah bagian tradisi. Biarlah orang Bali yang memutuskan apakah sabung ayam ini terus dilestarikan atau tidak.

0 comments:

Post a Comment

About This Blog

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP